Kuberpijak pada angin sepoi malam
berharap ia hembuskan napasmu
yang selalu segar saat kau bisikan kata itu
kala itu, semuanya masih seadanya.
Dingin pekat tiap tetesan embun yang terbawa angin
Meretas tiap jengkal sel tubuhku
kikiskan kisah yang tak lagi berulang
Kau di sana kutatap dalam cermin tak berbayang
Namun, malam ini,...
Di balik tirai kumal ini
Dan serpihan kaca jendela yang makin rapuh
Kuterawang malam dingin itu
Dengan rangkak yang lucu
Kutemukan kau di tingkap keheningan sepoi basa.
tatih-tatih kakiku yang kejang
Memberontak dinginnya malam pembawa hawa
Namun kau hadir di pikiran bayanganku
bagai bintang yang terperangkap fajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar